Anthropic, sebuah perusahaan kecerdasan buatan terkemuka, telah mendonasikan $20 juta kepada PAC super baru yang dirancang untuk melawan pengaruh politik yang semakin besar dari pesaingnya, OpenAI. Langkah ini meningkatkan konflik langsung antara dua raksasa Silicon Valley saat mereka bersaing untuk mendapatkan kendali atas masa depan regulasi AI dalam pemilu paruh waktu mendatang.
Rivalitas: Keamanan vs. Kecepatan
Inti perselisihan ini terletak pada pendekatan yang berbeda terhadap tata kelola AI. Anthropic, yang didirikan oleh mantan eksekutif OpenAI yang peduli terhadap keselamatan, umumnya mendukung peraturan yang lebih ketat untuk memitigasi risiko teknologi AI yang kuat. OpenAI, di sisi lain, tampaknya lebih menyukai pendekatan lepas tangan, didukung oleh investor yang mungkin memprioritaskan pengembangan pesat dibandingkan pengawasan yang hati-hati.
Peperangan Politik: Super PAC Bertindak
Dukungan finansial dari Anthropic akan mendukung Public First Action, sebuah PAC super yang berfokus pada pemilihan anggota parlemen yang memperjuangkan regulasi AI yang lebih luas. Hal ini secara langsung bertentangan dengan Leading the Future, sebuah PAC super yang telah didanai oleh pimpinan dan investor OpenAI, yang menganjurkan pengurangan intervensi pemerintah. Hasilnya adalah pertarungan politik yang jelas, dimana masing-masing perusahaan menggunakan sumber daya yang signifikan untuk membentuk kebijakan yang menguntungkan perusahaan.
Mengapa Ini Penting: Taruhannya Tinggi
Kecepatan perkembangan AI berarti bahwa keputusan politik yang diambil saat ini akan mempunyai dampak jangka panjang pada hampir setiap aspek kehidupan masyarakat. Perjuangan antara Anthropic dan OpenAI bukan hanya perseteruan korporasi; ini adalah pertarungan mengenai apakah pengembangan AI akan dipandu oleh kehati-hatian dan keselamatan, atau oleh inovasi yang tidak terkendali. Investasi senilai $20 juta ini menandakan tekad Anthropic untuk memastikan suaranya didengar di Washington, dibandingkan membiarkan OpenAI mendominasi perdebatan.
Meningkatnya pengeluaran politik ini menyoroti semakin besarnya kesadaran dalam industri AI bahwa keputusan kebijakan kini sangat penting untuk kelangsungan dan dominasi AI. Beberapa tahun ke depan kemungkinan besar akan ada lebih banyak keterlibatan langsung dari perusahaan teknologi dalam upaya mereka membentuk lanskap peraturan seputar kecerdasan buatan.
Pada akhirnya, perselisihan antara Anthropic dan OpenAI menggarisbawahi risiko besar dari kebijakan AI: ini adalah pertarungan untuk mendapatkan kendali atas teknologi yang secara fundamental akan membentuk kembali masyarakat, dan kedua belah pihak bersedia memperjuangkan visi masa depan mereka.






















