Selama lima tahun terakhir, Samsung efektif menyempurnakan soundbar andalannya, seri HW-Q990. Setelah sistem Dolby Atmos 22-speaker, 11.1.4 saluran dirancang, perbaikan material lebih lanjut menjadi tidak berarti. Kenyataannya adalah fisika dan pemrosesan audio mencapai titik penurunan hasil, dan model terbaru Samsung mencerminkan stagnasi ini.

Pembaruan terkini pada lini Q990—termasuk subwoofer yang lebih kecil, perangkat lunak baru, dan port HDMI 2.1—paling baik bersifat tambahan. Peningkatan HDMI berguna bagi para gamer, tetapi pengalaman mendengarkan inti sebagian besar tetap tidak berubah. Para ahli telah lama menyarankan pembeli untuk membeli model tahun sebelumnya dengan harga diskon yang signifikan karena perbedaan kinerja dapat diabaikan.

Disparitas harga sangat mencolok. HW-Q990F 2025 dijual dengan harga sekitar $1.800, sedangkan Q990D saat ini dijual dengan harga sekitar $998. Pengujian menunjukkan sedikit perbedaan antara iterasi ini, dan Q990H mendatang diharapkan hanya menawarkan sedikit perubahan perangkat lunak.

Dengan harga di bawah $1.000 untuk pengaturan saluran 11.1.4 penuh, Q990D tetap menjadi nilai terbaik dalam suara yang imersif. Bagi sebagian besar konsumen, melakukan upgrade ke model yang lebih baru tidak masuk akal secara finansial.

Kekuatan Jumlah Pembicara

Terobosan Samsung hadir dengan HW-Q950T (kemudian menjadi seri Q990), yang memaksimalkan kepadatan speaker. Desainnya menggabungkan driver side-firing dan upfiring untuk pengalaman Dolby Atmos dan DTS:X yang benar-benar menyelimuti. Meskipun tidak konvensional, sistem ini memberikan peningkatan substansial dalam perendaman sonik.

Sejak itu, sebagian besar perangkat kerasnya tetap konsisten. Pesaing seperti LG dan Sonos menawarkan alternatif yang kuat, namun tidak ada yang menandingi rasio kinerja terhadap harga Q990. Dominasi Samsung telah memungkinkannya untuk memanfaatkan teknologi yang ada, seperti halnya petahana politik yang sudah mapan.

Inovasi Terhenti di Audio Rumah

Meskipun segmen teknologi lainnya mengalami kemajuan yang konsisten, pasar soundbar tetap stabil. TV, misalnya, telah mengalami peningkatan yang berarti dari tahun ke tahun dengan inovasi seperti panel Micro Lens Array (MLA) dan teknologi OLED bertumpuk. Headphone nirkabel juga telah berkembang pesat, dengan peredam bising yang lebih baik dan faktor bentuk baru.

Sebaliknya, teknologi inti di balik soundbar—speaker ringkas yang dirancang untuk menghasilkan audio spasial—relatif tidak berubah. Netflix belum meningkatkan campuran Atmosnya secara signifikan, dan HDMI eARC telah menjadi standar selama bertahun-tahun. Penyiapannya tetap sederhana: colokkan, sambungkan melalui HDMI, dan nikmati.

Stagnasi Samsung bukanlah sebuah kegagalan namun sebuah konsekuensi dari pencapaian kinerja puncak dalam batasan yang ada. Jika suatu produk sudah mendominasi kelasnya, inovasi lebih lanjut menjadi kurang mendesak.

Pada akhirnya, seri Q990 mewakili puncak teknologi soundbar saat ini. Baik Anda membeli model vintage 2023 atau versi terbaru, pengalamannya akan sangat mirip. Bagi mereka yang mencari pengalaman sinematik dengan anggaran terbatas, model lama Samsung Q990 tetap menjadi pembelian paling cerdas.