Gangguan layanan yang meluas pada TikTok di Amerika Serikat telah memicu kekhawatiran mengenai sensor dan kontrol hanya beberapa hari setelah platform tersebut secara resmi mengalihkan kepemilikannya ke kelompok investor mayoritas di AS. Pemadaman ini, yang dimulai pada hari Minggu, menyebabkan jutaan pengguna tidak dapat mengunggah atau melihat konten, sehingga memicu spekulasi bahwa manajemen baru aplikasi tersebut mungkin menyembunyikan materi yang sensitif secara politik.

Waktunya Menimbulkan Pertanyaan. Waktu terjadinya pemadaman listrik sangat penting. Hal ini terjadi segera setelah TikTok menyelesaikan pengalihan operasinya di AS, sebuah langkah yang dimaksudkan untuk mengatasi masalah keamanan nasional dan mematuhi hukum federal. Transisi ini dikuatkan oleh Mahkamah Agung namun tertunda selama bertahun-tahun di bawah pemerintahan Trump, sebelum akhirnya mulai berlaku minggu lalu. Masalah teknis yang tiba-tiba ini telah memperkuat ketakutan yang ada bahwa pemilik baru aplikasi dapat memanipulasi algoritme rekomendasi konten atau membatasi sudut pandang tertentu.

Laporan Sensor Pengguna. Banyak pengguna TikTok melaporkan bahwa video, terutama yang membahas penegakan imigrasi federal baru-baru ini di Minnesota, ditunda atau diblokir seluruhnya agar tidak muncul di feed. Seorang profesor hukum di Universitas Georgetown melaporkan bahwa videonya yang mengkritik praktik surat perintah DHS masih “dalam peninjauan” selama sembilan jam, meskipun video lain dipublikasikan secara normal. Insiden-insiden ini memicu tuduhan bahwa aplikasi tersebut secara tidak adil membatasi konten anti-ICE, yang dibantah oleh TikTok, dan menghubungkan masalah tersebut dengan pemadaman listrik di pusat data AS.

Peran Oracle dalam Pengawasan. Oracle, yang memegang 15% saham di entitas baru TikTok AS, telah menampung data pengguna AS sejak tahun 2022 tetapi menolak mengomentari pemadaman tersebut. Hubungan perusahaan ini dengan Presiden Trump melalui salah satu pendirinya, Larry Ellison, dan pengaruh putranya di Paramount Skydance menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang potensi campur tangan politik. Beberapa pengguna menyatakan kekhawatirannya bahwa keterlibatan Oracle akan mencerminkan dugaan bias dalam operasi beritanya, seperti di CBS News, di mana perubahan konservatif dikritik.

Pengguna Meninggalkan Platform. Pemadaman ini telah mendorong beberapa pengguna untuk menghapus akun mereka sepenuhnya. Salah satu pengguna di Bluesky menyatakan situasi tersebut “TIDAK DAPAT DITERIMA!” dan mengutip kekhawatiran tentang “kerajaan Ellison.” Aktris Megan Stalter juga mengumumkan bahwa dia menghapus TikTok setelah tidak dapat mengunggah video tentang ICE, dan mendesak orang lain untuk melakukan hal yang sama. Insiden ini menyoroti meningkatnya ketidakpercayaan terhadap kemampuan platform untuk tetap netral di bawah kepemilikan barunya.

Masa Depan Tidak Pasti. TikTok USDS Joint Venture, entitas korporat baru, telah meluncurkan situs web dan memperbarui kebijakan privasinya untuk mencerminkan peningkatan pengumpulan data. Namun, rincian tentang bagaimana aplikasi akan berfungsi masih belum jelas. Beberapa daftar pekerjaan muncul sebelum Joint Venture diumumkan ke publik, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang perbedaan sebenarnya antara operasi baru dan yang sudah ada di AS.

Pemadaman ini menggarisbawahi tantangan kompleks dalam mengamankan TikTok di bawah kendali AS. Meskipun dimaksudkan untuk meringankan masalah keamanan, situasi ini malah meningkatkan kekhawatiran mengenai sensor, pengaruh politik, dan masa depan kebebasan berekspresi di platform tersebut.