Pullman Strike tahun 1894 merupakan peristiwa besar. Hal ini menyebabkan 250.000 pekerja kereta api mengalami penutupan di sekitar 20 jalur kereta api. Untuk sesaat, gerakan buruh tampak tak terbendung. Namun kemenangan itu hanyalah ilusi. Dampak nyatanya adalah jebakan hukum dan politik yang melemahkan serikat pekerja selama beberapa dekade.
Jebakan hukum berupa perintah pengadilan
Pemicu langsungnya bukan hanya gaji. Itu adalah strategi hukum yang digunakan untuk menghancurkan pemogokan. Pengadilan mengeluarkan perintah umum yang menentang pemogokan tersebut. Ini bukan sekedar keputusan; itu adalah senjata. Hal ini memberikan pengusaha dan pemerintah sebuah alat untuk menghindari kenyataan buruk mengenai pemogokan. Hakim dapat dengan mudah menyatakan mogok kerja sebagai tindakan ilegal tanpa adanya proses pengadilan. Hal ini membuka pintu bagi keterlibatan pengadilan yang lebih besar dalam membatasi efektivitas pemogokan. Serikat pekerja harus berjuang di ruang sidang, bukan hanya di barisan piket.
Otot federal ikut terlibat
Sebelumnya, perselisihan perburuhan sering kali merupakan permasalahan lokal. Pullman Strike mengubah hal itu. Hal ini menciptakan peran yang lebih besar bagi intervensi pemerintah federal dalam pemogokan. Presiden Grover Cleveland tidak ragu-ragu. Dia mengerahkan pasukan federal ke Chicago. Hal ini memperkenalkan penggunaan militer federal dalam menangani pemogokan. Pesannya jelas: pemerintah akan memihak ketertiban dan harta benda dibandingkan pekerja. Kehadiran militer mengubah perselisihan perburuhan menjadi krisis nasional.
Opini publik menjadi dingin
Kekerasan yang diakibatkan oleh pemogokan itu sangat brutal. Pekerja bentrok dengan tentara. Properti hancur. Gambaran kekacauan membanjiri surat kabar. Hal ini untuk sementara waktu mengurangi dukungan publik terhadap gerakan buruh. Masyarakat tidak melihat pekerja yang tertindas. Mereka melihat kekacauan. Mereka melihat kereta mereka berhenti dan barang mereka tertunda. Narasinya bergeser. Para pemimpin buruh kehilangan moral yang tinggi di mata masyarakat kebanyakan.
Warisan abadi
Pullman Strike menunjukkan kekuatan gerakan buruh dalam skala besar. Namun hal ini juga menunjukkan kerentanannya. Kombinasi perintah pengadilan dan kekuatan militer menjadi pedoman standar. Serikat pekerja harus beradaptasi. Mereka harus menavigasi sistem hukum yang merugikan mereka. Pemogokan itu merupakan katalisator. Hal ini memaksa buruh untuk berhadapan langsung dengan kekuasaan negara.
Apa yang terjadi jika negara memutuskan bahwa mogok kerja adalah sebuah kejahatan? Jawabannya terletak pada dekade-dekade berikutnya.





















