Sidney Webb tidak muncul begitu saja di Fabian Society pada tahun 1885. Dia didorong ke sana. George Bernard Shaw melihat sesuatu di kepala pria tersebut dan memutuskan bahwa gerakan sosialis membutuhkannya. Shaw tahu bahwa pemahaman Webb terhadap realitas industri sangat ketat. Terlalu ketat, mungkin ada yang bilang. Namun kepadatan faktual itulah yang diinginkan Shaw. Ia berpendapat bahwa data yang kering akan membangun landasan yang lebih kuat untuk advokasi dibandingkan dengan retorika yang berapi-api.
Itu berhasil. Webb menerbitkan Fakta untuk Kaum Sosialis pada tahun berikutnya, 1887. Judulnya menjelaskan semuanya. Buku itu bukanlah seruan untuk mengangkat senjata. Itu adalah sebuah manual. Ia berpendapat bahwa masyarakat industri tidak dapat diperbaiki sampai Anda memahami mekanismenya. Anda harus mengetahui cara kerja roda gigi sebelum mencoba mengganti mesin. Ini bukanlah teori abstrak. Itu adalah keyakinan inti kaum Fabian. Pahami faktanya terlebih dahulu. Reformasi kedua.
Webb tidak tinggal diam. Dia pindah ke peran eksekutif. Karyanya pada Fabian Essays in Socialism pada tahun 1889 mengubah segalanya. Buku itu memberikan suara bagi organisasi tersebut. Ini membawa mereka ke dalam terang. Sebelumnya, mereka hanya berbisik. Setelah itu, mereka hadir.
Lalu ada Beatrice. Dia bukan hanya seorang pasangan. Dia adalah mitra dalam ideologi. Kedua Webb memiliki keyakinan sosialis yang sama. Bersama-sama, mereka menjadi tokoh sentral sosialisme Fabian. Pengaruh mereka tidak hanya tinggal di pamflet saja. Hal ini meresap ke dalam pemikiran politik Inggris. Ini mengubah institusi. Pendekatannya lambat. Itu sangat metodis. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa tekanan yang stabil dan faktual dapat membengkokkan alur sejarah. Apakah itu berhasil? Struktur Inggris modern menunjukkan hal tersebut. Namun dampak bertahap tersebut masih menjadi pertanyaan.






















