Asuransi sosial adalah jaring pengaman masyarakat. Ini melindungi Anda dari dampak ekonomi tertentu. Pikirkan tentang penyakit. Usia tua. Pengangguran. Partisipasi bukanlah sebuah pilihan. Itu wajib.
Sistem ini merupakan bagian inti dari jaminan sosial. Orang sering menggunakan istilah ini secara bergantian. Namun ada mekanisme berbeda yang berperan.
Jerman membangun kerangka nasional pertama. Kanselir Otto von Bismarck mendorong hal tersebut. Asuransi kesehatan hadir pada tahun 1883. Kompensasi pekerja menyusul pada tahun 1884. Pensiun hari tua dan cacat muncul pada tahun 1889.
Ini menyebar dengan cepat. Austria dan Hongaria meniru model tersebut. Eropa memperdebatkan metode ini. Beberapa menginginkan rencana sukarela dan bersubsidi. Yang lain menuntut paksaan. Inggris Raya memilih rute wajib pada tahun 1911. Mereka memperluasnya secara besar-besaran pada tahun 1948.
Pada tahun 1920, sebagian besar Eropa dan Belahan Barat telah mengadopsi program ini. Amerika Serikat tertinggal. Pemerintah negara bagian dan lokal menangani asuransi hingga tahun 1935. Hal ini berubah dengan Undang-Undang Jaminan Sosial.
Sejak itu, program federal menyediakan:
– Tunjangan pensiun dan penyintas
– Perawatan kesehatan bagi mereka yang berusia di atas 65 tahun
– Asuransi disabilitas
Program-program ini sangat berbeda dengan asuransi swasta. Di pasar swasta, pembayaran Anda sangat bergantung pada jumlah yang Anda bayarkan. Asuransi sosial melonggarkan hubungan tersebut.
Kontribusi adalah wajib. Tapi mereka berasal dari berbagai sumber. Anda membayar. Majikan Anda membayar. Negara mungkin membayar.
Manfaat tidak murni bersifat aktuaria. Mereka melayani tujuan sosial. Beberapa kelompok menerima manfaat tanpa memenuhi periode iuran standar. Manfaat sering kali meningkat seiring dengan biaya hidup. Hal ini melemahkan korelasi langsung antara input dan output.
Asuransi sosial cenderung bersifat swadana, dengan iuran ditempatkan pada dana khusus untuk tujuan tersebut.
Struktur ini memisahkannya dari bantuan publik lainnya. Kesejahteraan biasanya memerlukan tes kemampuan. Anda membuktikan bahwa Anda miskin. Asuransi sosial tidak.
Pembayaran didasarkan pada kontribusi, bukan kebutuhan. Hal ini menghilangkan stigma tersebut. Itu menjadi sebuah hak. Anda mendapatkannya melalui sistem.
Di beberapa negara, model ini meniru penetapan harga risiko swasta. Pengusaha dengan tingkat PHK yang rendah membayar lebih sedikit untuk asuransi pengangguran. Pengusaha berisiko tinggi membayar lebih banyak. Biayanya mencerminkan bahayanya.
Pendanaan sangat bervariasi berdasarkan lokasi. Australia, Swedia, dan Denmark mempunyai beban biaya negara yang tinggi. Di dalam suatu negara, pembagiannya berubah berdasarkan program.
Pertimbangkan asuransi cedera pekerja. Majikan sering kali menanggung seluruh biayanya.
Sistem ini adalah kompromi. Hal ini menyeimbangkan tanggung jawab individu dengan perlindungan kolektif. Ini bukan amal. Ini bukan logika pasar murni. Ini adalah cara ketiga.
Kemana arah model ini selanjutnya? Keseimbangan antara pendanaan negara dan kontribusi individu masih terus mengalami ketegangan.






















